Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Menurut Badan Pengawasan Pangan Obat dan Makanan (BPPOM) ada beberapa jenis bahan pengawet yang boleh digunakan dalam produksi makanan, contohnya adalah sebagai berikut:

  • Natrium Benzoate (sodium benzoate),  Digunakan untuk acar dalam botol, keju, margarin, apricot kering, selai, jely, sirup, saus, kecap, anggur buah dan minuman berakohol, serta makanan lainnya kecuali daging, ikan dan unggas. Batas maksimum penggunaan 200mg-1gr / kg.
  • Natrium Bisulfit (sodium Hydrogen Sulphite),  Digunakan pada potongan kentangan goreng beku, udang beku, dan selai dengan batas maksimum penggunaan 50-500 mg/kg.
  • Natrium Metabilsufit (Sodium Methabisulphite), Digunakan pada potongan kentangan goreng beku, udang beku, dengan batas maksimum penggunaan 50-100 mg/kg.
  • Natrium Nitrat (Sodium Nitrat), Digunakan untuk daging olahan dan awetan, keju dengan dosis 50-500 mg/kg.
  • Natrium Nitrit (Sodium Nitrite), Digunakan untuk daging olahan, daging awetan, corned kalengan dengan 50 mg – 125 mg/kg.
  • Natrium Propionat (Sodium Propionat), Digunakan untuk olahan keju dan roti, batas penggunaan 2-3 gr/kg.
  • Natrium Sulfit (Sodium Sulphite), Digunakan untuk potongan kentang goreng beku, udang beku dan selai dengan batas maksimum penggunaan 50-500 mg/kg.
  • Nisin (Nisin), Digunakan untuk keju olahan dengan dosis 12,5 mg/kg.
  • Asam Benzoat (Benzoic Acid), Bahan ini banyak digunakan pada kecap, minuman ringan, acar, margarin, selai, saos, dll. Batas maksimum penggunaan 600 mg – 1 gr/kg.
  • Asam Propionat (Propionic Acid), Banyak digunakan untuk olahan keju dan roti. Batas maksimum penggunaan 2-3 gr/kg
  • Asam Sorbat (Sorbic Acid), Digunakan untuk keju olahan. Dosis penggunaan 3gr/kg.
  • Belerang Dioksida (Sulfur Dioxide), Banyak digunakan untuk acar, jelly, selai, saus, gula bubuk, gula pasir, cuka, sirup, bir/minuman ringan, anggur, sosis, ekstrak kopi kering, gelatin dll. Batas maksimum penggunaan 20-500 mg/kg.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Manfaat Antioksidan Buah Manggis

  • Manfaat Antioksidan Buah Manggis
Antioksidan merupakan zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi. Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat dialam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas. Antioksidan yang banyak ditemukan pada bahan pangan, antara lain vitamin E, vitamin C, dan karotenoid.
  • Manfaat  Antioksidan Buah Manggis untuk Tubuh dan Vitalitas
Manfaat antioksidan buah manggis bahkan dapat membantu penurunan berat badan dan menyeimbangkan kadar kortisol, hormon yang dapat menstimulasi penumpukan lemak di beberapa bagian tubuh. Buah manggis mempunyai senyawa yang bernama “Xanthone”.
Xanthone membantu menyeimbangkan system kelenjar endokrin. Dengan begitu, timbulah efek yang baik dari keseimbangan  hormone dan neurokimia lain yang diproduksi oleh sistem endokrin.
Selain itu, juga membantu mempercepat penyembuhan berbagai luka. Xanthone juga membantu mengeluarkan racun dari dalam hati yang menyebabkan penyakit kulit bersisik kemerah-merahan (psoriasis).
  • Manfaat  Antioksidan Buah Manggis Membuat Lebih Awet Muda
Konsumsi jus manggis secara rutin dapat menambah energy, meningkatkan perasaan senang, dan meningkatkan stamina. Kandungan nutrisi manggis dapat memberikan energy yang dibutuhkan oleh tubuh dan memperlambat proses penuaan. Nutrisi regenerative dalam manggis dan antioksidan yang kuat mampu menjaga proses dalam sel-sel tubuh secara optimal.
  • Manfaat  Antioksidan Buah Manggis Menjaga Kesehatan Otak
Manfaat antioksidan buah manggis juga membantu mencegah penyakit penurunan fungsi otak, seperti demensia dan penyakit Alzheimer. Karena kandungan flavonoid manggis dapat menghentikan kerusakan ringan pada memori otak. Selain itu, antioksidan juga mencegah factor penyebab penyakit pada system saraf, seperti Parkinson.
Manfaat antioksidan buah manggis dapat meningkatkan kemampuan mengatasi stress dengan cara membantu menyeimbangkan hormone kortisol yang diproduksi secara berlebihan kala stress. Selain itu, juga meningkatkan mood dan menurunkan depresi. Karena xanthone bisa berfungsi sebagai pengangkat mood dengan memperbaiki ketidakseimbangan kimiawi di otak.
Gangguan atau kerusakan otak yang sekarang banyak dialami manusia adalah demensia, Alzheimer, dan Parkinson, yang merusak system saraf pusat. Untuk mencegah hal ini, disarankan mengonsumsi buah manggis yang banyak mengandung zat antioksidan. Zat ini juga mencegah degenerasi mental (penurunan kemampuan mental).
  • Manfaat  Antioksidan Buah Manggis untuk Mencegah Batu Ginjal
Penyakit batu ginjal biasanya dialami oleh kaum pria. Untuk mencegah penyakit batu ginjal disarankan mengonsumsi tiga ons atau lebih buah manggis setiap hari. Mengonsumsi manggis akan membuat kita lebih sering kencing, sehingga dapat mencegah munculnya batu ginjal.
  • Manfaat  Antioksidan Buah Manggis untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan
Manfaat antioksidan buah manggis dapat membantu mengatasi penyakit GERD (penyakit kronik yang ditandai dengan mengalirnya asam lambung ke dalam kerongkongan). Kandungan antioksidan manggis membantu melindungi dan memperbaiki kerusakan kerongkongan, serta menurunkan kandungan asam pada lambung. Khasiat antimikroba manggis dapat membunuh bakteri jahat, jamur, dan parasit dalam perut, termasuk H. pylori (bakteri penyebab borok atau bisul pada lambung).
Selain itu, juga dapat meringankan peradangan usus besar atau usus kecil (dikenal sebagai penyakit Chrohn) dan Sindrom iritasi usus besar yang menyebabkan gangguan fungsi pencernaan. Aktivitas antiperadangan dapat mencegah kerusakan dinding usus kecil dan membantu menghentikan diare. Berkat kandungan antiperadangan dan antibakteri, ekstrak kulit manggis juga mampu mencegah penyakit radang usus besar (diverticulitis) dengan cara menghambat infeksi pada kantong-kantong yang berada pada lapisan usus besar.
  • Manfaat  Antioksidan Buah Manggis Meredakan Radang Sendi dan Melindungi Lambung
Efek antiperadangan manggis dapat meredakan rasa sakit pada sendi. Manfaat antioksidan buah manggis telah dibuktikan dapat merintangi sel H1 dan H2 yang peka rangsangan (molekul histamine yang berhubungan dengan alergi dan produksi asam lambung) secara alami. Dengan begitu manggis dapat memperbaiki kerusakan akibat penggunaan obat penghilang rasa sakit dan kandungan antiperadangan manggis mampu menurunkan asam lambung.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hukum-hukum Faraday

     Dalam sel elektrolisis, banyaknya massa yang terbentuk pada elektrode dapat dihitung dengan Hukum Faraday. 

1.
Hukum Faraday I
"Massa zat yang terbentuk pada masing-masing elektroda sebanding dengan kuat arus/arus listrik yang mengalir pada elektrolisis tersebut".
Rumus:
m = e . i . t / 96.500
q = i . t
m = massa zat yang dihasilkan (gram)
e = berat ekivalen = Ar/ Valens i= Mr/Valensi
i = kuat arus listrik (amper)
t = waktu (detik)
q = muatan listrik (coulomb)


2.
Hukum Faraday II
"Massa dari macam-macam zat yang diendapkan pada masing-masing elektroda (terbentuk pada masing-masing elektroda) oleh sejumlah arus listrik yang sama banyaknya akan sebanding dengan berat ekivalen masing-masing zat tersebut."
Rumus:
m1 : m2 = e1 : e2
m = massa zat (garam)
e = beret ekivalen = Ar/Valensi = Mr/Valensi




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ELEKTROLISIS

Elektrolisis adalah peristiwa penguraian zat elektrolit oleh arus listrik searah. Dalam sel elektrolisis katoda dihubungkan dengan kutub(-) sumber arus (ingat katoda negatif anoda positif = KNAP).
apabila arus listrik dialirkan ke dalam elektrolit, maka kation (ion +) akan mengalami reduksi dengan menangkap elektron dan anion (ion -) akan mengalami oksidasi dengan melepaskan elektron.
Oleh karena oksidasi terjadi dianode dan reduksi terjadi dikatode, maka anion akan menuju anode dan kation akan menuju katoda.
Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektrode dan larutan elektrolit.
Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

  • Elektroda inert, seperti kalsium (Ca), potasium, grafit (C), Platina (Pt), dan emas (Au).
  • Elektroda aktif, seperti seng (Zn), tembaga (Cu), dan perak (Ag).
Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam, basa, atau garam, dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Kombinasi antara larutan elektrolit dan elektrode menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis, yaitu:
  1. Elektrolisis larutan dengan elektrode inert
  2. Elektrolisis larutan dengan elektrode aktif
  3. Elektrolisis leburan dengan elektrode inert
Pada elektrolisis, katode merupakan kutub negatif dan anode merupakan kutub positif. Pada katode akan terjadi reaksi reduksi dan pada anode terjadi reaksi oksidasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS